Showing posts with label PERFORMA. Show all posts
Showing posts with label PERFORMA. Show all posts

Monday, May 20, 2013

The Story of Dinno: Perjalanan Panjang Menebar Cinta (part 3)

Windy tiba. Ia dijemput Anwar di stasiun kereta api Poncol. Anwar belum bilang bahwa Dinno sudah meninggal.Suara motor Anwar menggerung, melengking, sebelum mesinnya akhirnya dimatikan. Semua mata di ruang tunggu jenazah menatap siapa yang datang. Windy, istri Dinno. Semua cemas akan reaksi Windy.

Raut muka Windy meringis seakan menahan rajaman benda tajam. Paras wajahnya yang kuning terang, kini memerah ketika ia menyadari semua kawan-kawannya berkumpul di ruang tunggu kamar jenazah.

The Story of Dinno: Perjalanan Panjang Menebar Cinta (part 2)


Aku menelfon satu demi satu kawan-kawan PERFORMA. Minta mereka membantuku mencarikan ambulans untuk membawa Dinno ke kampung halamannya. Mereka tak ada satupun yang menyangka Dinno sudah benar-benar pergi. Saat aku menyampaikan bahwa Dinno overdosis, yang terlintas pada masing-masing mereka, Dinno hanya dirawat di RS dan akan segera pulih. Seperti yang terjadi pada beberapa kawan lain akhir-akhir ini.

"Dinno meninggal," tegasku. "Yang bener mbaaaakkk...," Indri setengah berteriak di seberang telfon. Sementara Anwar juga tak percaya, dan harus berulang-ulang bertanya apa aku serius. "Iya aku serius, War... Tolong segera carikan ambulans. Yang jelas jangan beritahu apa-apa pada Windy, ia masih di perjalanan, naik kereta. Aku takut ia pingsan di jalan," aku berpesan  panjang lebar pada Anwar.