Windy
tiba. Ia dijemput Anwar di stasiun kereta api Poncol. Anwar belum bilang
bahwa Dinno sudah meninggal.Suara motor Anwar menggerung, melengking,
sebelum mesinnya akhirnya dimatikan. Semua mata di ruang tunggu jenazah
menatap siapa yang datang. Windy, istri Dinno. Semua cemas akan reaksi
Windy.
Raut
muka Windy meringis seakan menahan rajaman benda tajam. Paras wajahnya
yang kuning terang, kini memerah ketika ia menyadari semua
kawan-kawannya berkumpul di ruang tunggu kamar jenazah.

