"
Kamu tahu ..? Namaku punya arti CINTA tapi aku tak pernah merasakan apa
itu cinta...", mata Hilir memerah menatap Rinai lekat dalam. Lalu
kenapa? Rinai menghela nafas setengah hati, setengah percaya setengah
tidak. Baginya, Hilir hanya sesosok pribadi asing yang kebetulan berada
di satu tempat di satu ruang dengannya. Dan bagi Rinai, Hilir tak perlu
terlalu ia pusingkan .
"
Coba kamu dengar lagu yang satu ini....". Hilir meraih i-phone yang ia
letakkan terserak diantara tumpukan berkas-berkas tak teratur.
Diputarnya untuk Rinai sebuah lagu yang asing dan tidak mengesankan.
Rinai nyaris terjerembab ke depan..ketika Hilir menyentakkan tubuhnya
dari kursi goyang tempat ia setengah rebah, dan membawa tubuh Rinai yang
limbung ke pelukannya.